penngbc – Bayer Leverkusen secara terbuka mengkritik taktik kontroversial yang dilakukan SC Bielefeld dalam laga Bundesliga akhir pekan lalu. Manajemen Leverkusen menuduh tim lawan sengaja membasahi lapangan menggunakan sistem penyiraman sebelum pertandingan untuk memperlambat permainan.
Alonso: “Penyiraman Berlebihan Pengaruhi Permainan”
Pelatih Leverkusen, Xabi Alonso, menyatakan kekesalannya dalam konferensi pers: “Kami melihat petugas Bielefeld mengaktifkan penyiram otomatis selama 30 menit tepat sebelum kick-off. Kondisi lapangan berubah menjadi licin dan basah, padahal cuaca cerah sepanjang hari.”
Bielefeld Bantah Pelanggaran Prosedur
Bielefeld membantah tuduhan tersebut. Direktur teknis mereka, Arminia Schmidt, menegaskan: “Kami hanya menjalankan protokol perawatan lapangan standar. Sistem penyiraman beroperasi sesuai jadwal, bukan strategi khusus.”
Analis Soroti Pelanggaran Aturan Penyemprotan
Sejumlah analis sepak bola menyoroti kejanggalan insiden ini. Mantan wasit Bundesliga, Manuel Gräfe, menjelaskan: “Peraturan memperbolehkan penyiraman maksimal 15 menit sebelum pertandingan. Jika Bielefeld melampaui durasi itu, mereka mungkin melanggar prosedur.”
Bukti Video dan Dampak Klasemen
Para suporter Leverkusen di media sosial membagikan rekaman video yang menunjukkan genangan air di area kotak penalti Bielefeld. Hasil pertandingan sendiri berakhir imbang 1-1, membuat Leverkusen kehilangan peluang mendekati puncak klasemen.
DFB Turun Tangan Investigasi
Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) kini sedang menginvestigasi laporan tersebut. Kepala disiplin DFB menyatakan akan memeriksa catatan pengoperasian sistem penyiraman stadion Bielefeld.