penngbc – VfB Stuttgart, klub asal wilayah Swabia, menghempaskan Hertha BSC ke divisi dua Bundesliga lewat kemenangan dramatis 3-2 di Olympiastadion. Tangisan pilu Maximilian Mittelstädt, pemain andalan Hertha, menggambarkan kepedihan seluruh kota Berlin yang kehilangan kebanggaan terakhirnya di liga top Jerman.

Pertandingan Penentuan yang Mengubah Nasib

Hertha BSC memasuki laga ini dengan tekad membara untuk bertahan. Namun, Stuttgart menghancurkan harapan itu lewat dua gol cepat babak kedua. Mittelstädt mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-67, tetapi serangan balik Stuttgart mengunci kemenangan sekaligus degradasi Hertha setelah 11 tahun di Bundesliga.

“Kami berjuang sampai akhir, tapi Stuttgart memiliki kematangan dalam momen kritis,” ujar pelatih Hertha, Pal Dardai, dengan suara parau.

Air Mata Mittelstädt: Simbol Runtuhnya Harapan

Maximilian Mittelstädt, pemain lokal berusia 27 tahun yang mengabdi untuk Hertha sejak 2008, menjadi sorotan usai pertandingan. Kamera merekam dirinya terjatuh di tepi lapangan sambil menutup wajah dengan seragam tim. “Saya meminta maaf kepada semua orang. Ini luka yang tak akan pernah sembuh,” ujarnya dengan suara terisak.

Suporter Hertha membanjiri media sosial dengan dukungan. Akun @BerlinHerthaFC menulis: “Tangisannya adalah tangisan kami semua. Mittelstädt mewakili jiwa Berlin yang terluka.”

Swabia vs Berlin: Konflik yang Memanas

Kekalahan ini memicu kemarahan warga Berlin. Sebuah spanduk di dekat stadion tertulis“Swabia Merampas Masa Depan Kami!”. Analis ekonomi memperingatkan degradasi Hertha berpotensi mengurangi pendapatan sektor pariwisata Berlin hingga €40 juta per tahun.

Manajer Stuttgart, Sebastian Hoeness, membalas: “Kami menghormati Hertha, tetapi di lapangan, kami bermain untuk kemenangan.”

Masa Depan Kelam Hertha BSC

Degradasi memaksa Hertha merombak skuad. Direktur olahraga Benjamin Weber mengonfirmasi rencana pelepasan pemain bintang, termasuk Mittelstädt, untuk mengurangi beban finansial. “Kami harus bangkit dari abu ini. Berlin takkan pernah menyerah,” tegas Weber.

Fakta Cepat:

  • Hertha BSC terakhir degradasi ke 2. Bundesliga pada 2012.
  • Stuttgart mengakhiri musim di peringkat 8 Bundesliga.
  • Nilai saham Hertha anjlok 32% dalam 24 jam pasca-degradasi.

Sebagai matahari terbenam di Olympiastadion, air mata Mittelstädt menjadi pengingat pahit: sepak bola bisa menjadi cerita tentang kejayaan, tapi juga kehancuran yang menghantui sebuah kota.