Atletico Madrid Torehkan Rekor Kemenangan Beruntun di La Liga 2024-25

penngbc – Atletico Madrid terus menunjukkan performa gemilang di musim 2024-25 dengan meraih kemenangan beruntun ke-15 di semua kompetisi, mencatatkan rekor baru klub. Kemenangan ini membuat mereka memimpin klasemen La Liga dengan 41 poin dari 18 pertandingan, dengan 12 kemenangan, lima hasil imbang, dan satu kekalahan.

Atletico Madrid berhasil memecahkan rekor kemenangan beruntun mereka sendiri yang sebelumnya berada di angka 13 kemenangan pada musim 2011-2012. Pelatih Diego Simeone mengatakan, “Ketika Anda terbiasa menang, maka akan lebih sulit untuk kalah karena itu sangat menyenangkan”.

Pada pertandingan terbaru, Atletico Madrid berhasil mengalahkan Osasuna dengan skor 1-0 pada 12 Januari 2025. Gol tunggal yang dicetak oleh Julián Álvarez di menit ke-96 memastikan kemenangan dramatis bagi tim asuhan Simeone.

atletico-madrid-torehkan-rekor-kemenangan-beruntun-di-la-liga-2024-25

Atletico Madrid saat ini berada di puncak klasemen La Liga dengan 41 poin, unggul dari Barcelona dan Real Madrid. Mereka hanya kalah sekali di liga musim ini dan terus menunjukkan konsistensi yang luar biasa.

Setelah meraih kemenangan beruntun, Atletico Madrid akan menghadapi Sevilla dengan tujuan meraih kemenangan kelima berturut-turut di La Liga. Pertandingan ini akan menjadi ujian berat bagi tim, namun dengan performa yang sedang on fire, mereka diharapkan bisa melanjutkan tren positif mereka.

Atletico Madrid terus menunjukkan dominasi di La Liga 2024-25 dengan meraih kemenangan beruntun ke-15. Rekor baru ini menunjukkan konsistensi dan kekuatan tim di bawah asuhan Diego Simeone. Dengan performa yang impresif, mereka berpeluang besar untuk meraih gelar juara di akhir musim.

Simeone Mengkritik Keras Wasit Setelah Kemenangan Atletico Madrid 1-3 Lille: ‘Wasit Berhalusinasi’

penngbc – Pertandingan sengit antara Inter Milan dan Juventus yang berakhir dengan kemenangan Atletico Madrid 1-3 Lille telah memicu kontroversi baru di dunia sepak bola Eropa. Diego Simeone, pelatih Atletico Madrid, telah mencaci-maki wasit yang bertugas dalam pertandingan tersebut, menyebutnya sebagai ‘berhalusinasi’.

Pertandingan yang digelar di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, pada Kamis malam, telah menjadi sorotan utama media olahraga setelah serangkaian keputusan kontroversial yang diambil oleh wasit. Simeone, yang dikenal dengan temperamennya yang panas, tidak dapat menahan amarahnya setelah wasit menolak memberikan penalti yang menurutnya jelas bagi timnya.

“Saya tidak mengerti bagaimana seorang wasit bisa begitu buta. Dia berhalusinasi jika dia tidak melihat tabrakan itu,” ujar Simeone dalam konferensi pers yang diadakan setelah pertandingan. “Kami kehilangan poin karena keputusan wasit yang tidak masuk akal.”

Kontroversi tersebut terjadi pada menit ke-70, ketika pemain Atletico Madrid, João Félix, jatuh di area penalti setelah tabrakan dengan bek Inter Milan, Milan Škriniar. Wasit, yang dipimpin oleh Michael Oliver dari Inggris, memutuskan untuk tidak memberikan penalti dan melanjutkan permainan.

Simeone tidak hanya menyerang wasit, tetapi juga menunjukkan rasa frustasinya terhadap sistem Video Assistant Referee (VAR) yang menurutnya tidak bekerja dengan baik. “VAR seharusnya ada untuk membantu wasit, tetapi malam ini, saya tidak melihatnya bekerja. Ini sangat mengecewakan,” tambahnya.

simeone-mengkritik-keras-wasit-setelah-kemenangan-atletico-madrid-1-3-lille-wasit-berhalusinasi

Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan Atletico Madrid 1-3 atas Lille, sebuah hasil yang membuat mereka tetap berada di puncak klasemen grup AFC Champions League. Namun, kontroversi yang terjadi telah mengecilkan momen kemenangan tersebut.

UEFA, badan pengelola sepak bola Eropa, telah mengumumkan bahwa mereka akan memeriksa kejadian tersebut dan akan mengambil tindakan yang diperlukan terhadap siapa pun yang terlibat dalam insiden tersebut.

Sementara itu, para penggemar Atletico Madrid telah menunjukkan dukungan mereka terhadap Simeone, dengan banyaknya unggahan di media sosial yang mendukung pernyataan pelatih tersebut. Mereka berharap bahwa insiden ini akan menjadi momentum bagi UEFA untuk meningkatkan sistem VAR dan mengurangi kesalahan wasit di masa mendatang.

Pertandingan tersebut telah menunjukkan sekali lagi betapa pentingnya keputusan wasit dalam dunia sepak bola, dan bagaimana kesalahan yang tampaknya kecil bisa memiliki dampak besar pada hasil pertandingan. Diego Simeone dan Atletico Madrid akan tetap menjadi sorotan utama dalam beberapa hari mendatang, seiring dengan penyelidikan lebih lanjut oleh UEFA.