18 Polisi Terlibat Pemerasan Penonton DWP 2024 Akan Disidang Etik dan Dikenakan Sanksi Khusus

penngbc – Sebanyak 18 anggota kepolisian Indonesia yang diduga terlibat dalam kasus pemerasan terhadap penonton asal Malaysia selama acara Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, kini menghadapi konsekuensi serius. Mereka telah ditempatkan di lokasi khusus dan akan menjalani sidang etik pekan depan.

Kasus ini mencuat setelah viral di media sosial, di mana para penonton asal Malaysia mengaku menjadi korban pemerasan oleh oknum polisi. Salah satu korban melaporkan bahwa paspornya disita oleh beberapa polisi dan uang tebusan diminta untuk mengambil kembali paspor tersebut.

Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri telah menangkap dan menempatkan 18 polisi tersebut di lokasi khusus untuk memaksimalkan proses penyelidikan. Selain sanksi etik, mereka juga akan dikenakan tindak pidana sesuai dengan hasil penyelidikan yang sedang berlangsung.

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) berharap bahwa sidang etik ini akan ditindaklanjuti dengan proses pidana yang tegas. Kompolnas menekankan pentingnya pertanggungjawaban hukum dan etik bagi para pelaku untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

18-polisi-terlibat-pemerasan-penonton-dwp-2024-akan-disidang-etik-dan-dikenakan-sanksi-khusus

Kasus ini telah menarik perhatian internasional dan memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk dari organisasi hak asasi manusia seperti LBH Jakarta yang mengecam tindakan pemerasan tersebut. Organisasi ini menuntut agar para pelaku dihukum sesuai dengan perbuatan mereka dan agar ada reformasi internal di tubuh kepolisian untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Pihak penyelenggara DWP juga telah menyatakan penyesalan atas insiden ini dan berkomitmen untuk bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengatasi masalah ini. Mereka mengakui bahwa beberapa aspek situasi ini berada di luar kendali langsung mereka, tetapi berjanji untuk terus berupaya meningkatkan pengalaman penonton di acara-acara mendatang.

Dengan sidang etik yang akan digelar pekan depan, diharapkan proses hukum dan etik ini akan memberikan keadilan bagi para korban dan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh anggota kepolisian untuk menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas mereka.

Thailand Turunkan Pemain Cadangan, Malaysia Khawatir Hadapi Juara Bertahan di ASEAN Championship 2024

penngbc – Thailand membuat kejutan besar dalam pertandingan ASEAN Championship 2024 dengan menurunkan pemain cadangan saat melawan Kamboja. Keputusan ini membuat Malaysia, yang berada di grup yang sama, merasa ketar-ketir.

Thailand, yang merupakan juara bertahan, memulai kampanye mereka dengan kemenangan telak 10-0 atas Timor-Leste pada hari Minggu. Namun, dalam pertandingan melawan Kamboja, pelatih Thailand memutuskan untuk menurunkan pemain cadangan. Keputusan ini diambil untuk memberikan istirahat kepada pemain inti dan memberikan pengalaman kepada pemain muda.

Meskipun menurunkan pemain cadangan, Thailand tetap mampu menunjukkan performa yang impresif dan berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-0. Dua gol Thailand dicetak oleh pemain muda yang tampil gemilang di lapangan.

Sementara itu, Malaysia yang berada di grup yang sama dengan Thailand dan Kamboja, merasa khawatir dengan strategi yang diambil oleh Thailand. Pasalnya, dengan menurunkan pemain cadangan dan tetap meraih kemenangan, Thailand menunjukkan kedalaman skuad yang luar biasa. Hal ini membuat Malaysia harus lebih waspada dan mempersiapkan strategi yang matang untuk menghadapi Thailand di pertandingan selanjutnya.

thailand-turunkan-pemain-cadangan-malaysia-khawatir-hadapi-juara-bertahan-di-asean-championship-2024

Malaysia sendiri bermain imbang 2-2 melawan Kamboja dalam pertandingan sebelumnya. Hasil ini menunjukkan bahwa Malaysia masih memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk bisa bersaing dengan Thailand di grup ini.

Dengan hasil ini, Thailand berada di puncak klasemen sementara Grup A dengan poin sempurna. Kamboja dan Malaysia berada di posisi kedua dan ketiga dengan satu poin dari hasil imbang mereka. Timor-Leste berada di dasar klasemen setelah kalah telak dari Thailand.

Thailand menunjukkan kekuatan dan kedalaman skuad mereka dengan menurunkan pemain cadangan dan tetap meraih kemenangan. Hal ini membuat Malaysia harus lebih waspada dan mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan selanjutnya. Dengan persaingan yang ketat di Grup A, setiap poin akan sangat berharga untuk bisa lolos ke babak selanjutnya.

Genting Group Malaysia Jalin Dua Kontrak Besar dalam Sektor Energi Bersih dengan Wison New Energies

penngbc.com – Dalam sebuah langkah strategis untuk memperkuat posisi di industri energi bersih, Genting Group, conglomerate asal Malaysia, telah menandatangani dua kontrak berharga lebih dari $1 miliar AS atau sekitar Rp 16,47 triliun dengan Wison New Energies, perusahaan yang berpusat di China. Pengumuman ini diungkap dalam laporan oleh The Business Times pada tanggal 22 Juni 2024.

Detail Proyek

Proyek pertama melibatkan pembangunan sebuah fasilitas Floating Liquefied Natural Gas (FLNG) yang akan beroperasi di Papua Barat. Penandatanganan kontrak ini disaksikan oleh figur-figur penting kedua negara termasuk Liu Hongjun, Ketua Wison New Energies, dan Tan Sri Lim Kok Thay, Ketua dan CEO Genting Berhad. Dato’ Sri Tan Kong Han, Presiden, COO, dan Direktur Eksekutif Genting Berhad juga hadir dalam acara tersebut.

Liu Hongjun mengomentari, “Kesuksesan dari penandatanganan ini akan memperkuat kerjasama inisiatif Belt and Road serta kontribusi besar bagi transisi energi dan pembangunan ekonomi di Indonesia. Ini adalah proyek FLNG pertama Genting Group di Indonesia dan juga merupakan tonggak sejarah bagi WNE sebagai proyek FLNG ketiga yang kami kembangkan.”

Dalam kontrak EPCIC yang ditandatangani, Wison bertanggung jawab untuk membangun fasilitas FLNG di galangan kapal mereka di Nantong dan Zhoushan, China. Fasilitas tersebut kemudian akan ditempatkan di lokasi akhirnya di Teluk Bintuni, Papua Barat, Indonesia, dimana uji komisioning akhir akan dilakukan.

Ekspansi dalam Energi Bersih

Kontrak kedua mencakup pembelian 99% saham SDIC Jineng (Zhoushan) Gas Power Generation oleh Genting melalui anak perusahaan tidak langsungnya, Genting MZW, seharga 100 juta Yuan atau sekitar Rp 226,9 miliar. Pembangkit listrik yang diakuisisi ini akan menggunakan gas alam cair dan hidrogen sebagai bahan bakar, mendukung inisiatif pengurangan emisi.

Dalam sebuah konferensi pers di Kuala Lumpur, Tan Kong Han menyatakan, “Pembangkit listrik ini akan mengambil bahan bakar dari sumber yang lebih bersih, sehingga mengurangi dampak lingkungan dari proses pembangkitan listrik.”

SDIC Jineng (Zhoushan) Gas Power Generation memiliki dan mengoperasikan dua unit pembangkit listrik berbahan bakar gas dengan kapasitas total 745 megawatt di Zhoushan, Zhejiang, China. Berdasarkan kesepakatan dengan SDIC, Genting dan SDIC Power akan bersama-sama mengoperasikan perusahaan pasca-akuisisi.

Penandatanganan kedua kontrak ini menandakan langkah besar Genting Group dalam komitmen mereka terhadap energi bersih dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Dengan dukungan dari pemimpin bisnis dan pemerintah, Genting terus menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung inisiatif global untuk transisi energi yang lebih hijau.