Gol Ganda Griezmann Antar Atlético Madrid ke Final Copa del Rey Usai Menaklukkan Barcelona 3-2

penngbc – Atlético de Madrid mengamankan tiket ke final Copa del Rey setelah mengalahkan Barcelona dengan skor 3-2 dalam laga semifinal yang dipenuhi drama di Stadion Metropolitano. Lima gol tercipta dalam 90 menit pertandingan, dengan Antoine Griezmann menjadi bintang kemenangan lewat dua gol penentu.


Babak Pertama: Duel Sengit Dua Striker Top

  1. Menit 7Antoine Griezmann membuka keunggulan Atlético dengan tendangan volley dari jarak 18 meter setelah memanfaatkan umpan backheel Álvaro Morata. Kiper Marc-André ter Stegen tak bisa berbuat banyak.
  2. Menit 23Robert Lewandowski menyamakan skor untuk Barcelona melalui sundulan kepala dari umpan silang Raphinha. Bek Atlético, José Giménez, dinilai terlambat menutup pergerakan striker Polandia itu.
  3. Menit 38Memphis Depay, mantan pemain Barcelona, mengembalikan keunggulan Atlético dengan menyelesaikan serangan balik kilat. Aksi solo dribel Yannick Carrasco dari garis tengah berakhir dengan umpan terobosan ke Depay, yang menaklukkan ter Stegen lewat tembakan sudut kiri.

Babak Kedua: Barcelona Bangkit, Tapi Griezmann Hancurkan Harapan

  1. Menit 61Ilkay Gündogan menyamakan skor 2-2 untuk Barcelona setelah memanfaatkan rebound dari tendangan João Félix yang ditepis kiper Jan Oblak.
  2. Menit 78Antoine Griezmann kembali menjadi pahlawan dengan mencetak gol ketiga Atlético lewat tendangan bebas spektakuler dari jarak 25 meter. Bola melengkung melewati dinding pertahanan dan menyasar sudut kanan atas gawang.

Detik-Detik Penuh Emosi

Barcelona nyaris menyamakan kedudukan di menit 89 melalui sundulan Ronald Araújo, tetapi bola menghantam tiang gawang. Pelatih Xavi Hernández memasukkan Ferran Torres dan Vitor Roque di menit akhir, namun pertahanan Atlético yang dipimpin Stefan Savić berhasil bertahan.


Statistik dan Reaksi Pelatih

  • Penguasaan Bola: Barcelona 68%, Atlético 32%
  • Total Tembakan: Barcelona 16 (5 on target), Atlético 9 (7 on target)
  • Pelanggaran: 18 (Barcelona) vs 23 (Atlético)

Pelatih Atlético, Diego Simeone, memuji kedisiplinan timnya: “Kami bermain dengan hati dan strategi. Griezmann luar biasa, tetapi kemenangan ini adalah hasil kerja kolektif.” Sementara Xavi mengkritik kesalahan defensif: “Kami terlalu sering kehilangan bola di area kritis. Gol kedua Atlético adalah hadiah dari kesalahan kami.”

Atlético de Madrid akan menghadapi Real Madrid di final pada 6 Mei 2024, sementara Barcelona harus fokus pada perburuan gelar La Liga dan persiapan Liga Champions.

Atlético de Madrid Gagal Menang, Giuliano Simeone Gagal Bawa Kemenangan Lawan Getafe

penngbc – Atlético de Madrid gagal meraih kemenangan saat menjamu Getafe di Stadion Metropolitano dalam lanjutan La Liga. Meskipun Giuliano Simeone, putra dari pelatih Diego Simeone, tampil impresif dan beberapa kali menciptakan peluang, pertandingan berakhir dengan skor imbang 0-0.

Pertandingan ini sangat penting bagi Atlético de Madrid yang berusaha meraih kemenangan untuk melampaui Real Madrid di klasemen dan mengejar Barcelona di puncak klasemen. Diego Simeone menurunkan skuat terbaiknya, termasuk Giuliano Simeone, yang baru-baru ini mencetak gol kemenangan melawan Las Palmas dan menjadi pemain kunci bagi timnya.

Giuliano Simeone beberapa kali menciptakan peluang berbahaya. Pada menit ke-62, ia hampir mencetak gol setelah menerima umpan dari Javi Galán, namun sundulannya meleset tipis dari tiang gawang10. Selain itu, ia juga mencoba memberikan umpan-umpan berbahaya ke area penalti, namun upayanya belum membuahkan hasil.

atletico-de-madrid-gagal-menang-giuliano-simeone-gagal-bawa-kemenangan-lawan-getafe

Pertandingan berlangsung sengit dengan kedua tim saling jual beli serangan. Atlético de Madrid mendominasi penguasaan bola dengan 61% dan melepaskan 8 tembakan, namun belum ada yang berhasil menembus gawang Getafe yang dijaga dengan baik oleh David Soria10. Getafe sendiri hanya mampu melepaskan 3 tembakan dan tidak ada yang tepat sasaran.

Pelatih Diego Simeone mengakui bahwa timnya kesulitan menembus pertahanan Getafe yang solid. “Kami menciptakan beberapa peluang bagus, tetapi kami tidak bisa memanfaatkannya dengan baik. Getafe bermain sangat disiplin dan sulit ditembus,” ujar Simeone.

Dengan hasil imbang ini, Atlético de Madrid tetap berada di posisi ketiga klasemen sementara La Liga dengan 35 poin, terpaut 3 poin dari Barcelona yang berada di puncak. Sementara itu, Getafe berada di posisi ke-15 dengan 16 poin, masih berjuang untuk menjauh dari zona degradasi.

Pertandingan ini menunjukkan bahwa meskipun Atlético de Madrid memiliki skuat yang kuat dan penuh talenta, mereka masih harus bekerja keras untuk mengatasi tim-tim yang bermain dengan disiplin dan solid seperti Getafe.