Gempa Megathrust M 5,0 Goyang Selatan Banten, BMKG Catat 2 Kali Susulan

penngbc – Wilayah Banten dan sekitarnya diguncang gempa berkekuatan Magnitudo (M) 5,0 pada hari Selasa (tanggal), pukul 10.30 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, gempa berjenis megathrust ini berpusat di laut pada kedalaman 10 km, sekitar 132 km barat daya Kabupaten Lebak, Banten. Getaran gempa dirasakan hingga wilayah Jawa Barat, termasuk Tangerang, Jakarta, Bogor, dan Sukabumi.

Detail Gempa dan Dampak

Berdasarkan data BMKG, gempa terjadi akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia di zona Megathrust Selat Sunda. Meski kekuatannya moderat, guncangan dilaporkan mencapai skala III-IV MMI (Modified Mercalli Intensity) di Pandeglang dan Lebak, yang berarti dapat dirasakan jelas oleh penduduk serta menyebabkan benda-benda ringan bergoyang. Di wilayah Jakarta dan Tangerang, getaran tercatat skala II-III MMI.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan infrastruktur atau korban jiwa. Masyarakat di beberapa wilayah sempat panik dan berhamburan keluar gedung. “Saya sedang di lantai 8 kantor, tiba-tiba kursi bergoyang sekitar 5 detik,” ujar Andi, warga Tangerang Selatan.

Pernyataan BMKG dan Peringatan

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa ini termasuk dalam kategori gempa dangkal akibat deformasi batuan di zona subduksi. “Zona megathrust selatan Banten memang aktif.

BMKG juga mengimbau warga menghindari bangunan retak atau rusak pascagempa serta memantau informasi resmi. Hingga pukul 12.00 WIB, tercatat 2 gempa susulan dengan magnitudo di bawah M 3,0.

Analisis Risiko Megathrust

Zona Megathrust Selat Sunda merupakan segmen rawan gempa besar, mengingat sejarahnya pernah memicu gempa M 7,0 pada 2021 dan erupsi Anak Krakatau.

Kesiapan Daerah

Pemerintah Kabupaten Lebak telah mengaktifkan posko pantauan bencana. “Kami sedang mendata wilayah terdampak dan memastikan jalur evakuasi tsunami di pesisir tetap terbuka,” ujar Kepala BPBD Lebak, Nana Suryana.

Update Terkini:

  • Lokasi Episentrum: 7.04° LS, 105.33° BT (132 km barat daya Lebak).
  • Kedalaman: 10 km.
  • Wilayah Terdampak: Pandeglang, Lebak, Tangerang, Jakarta, Bogor, Sukabumi.

Peringatan:

  • Hindari menyebarkan informasi tidak resmi terkait potensi gempa atau tsunami.
  • Pastikan kesiapan tas darurat dan titik evakuasi terdekat.

Kejutan Pagi: Gempa 4,8 di Gianyar Bikin Warga Denpasar Berlarian

penngbc.com Denpasar, 20 September 2024 – Pagi ini, sekitar pukul 08.30 WITA, wilayah Gianyar, Bali, diguncang gempa bumi dengan magnitudo 4,8. Getaran gempa ini terasa hingga ke Denpasar, yang menyebabkan kepanikan di kalangan warga dan memicu reaksi cepat untuk mencari tempat yang lebih aman.

Menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa terletak di 10 kilometer barat daya Gianyar, pada kedalaman 10 kilometer. Meskipun gempa ini tidak berpotensi tsunami, getarannya cukup kuat sehingga dirasakan di beberapa wilayah di Bali, terutama di Denpasar.

Segera setelah gempa terjadi, banyak warga yang berhamburan keluar dari gedung-gedung dan rumah mereka. Di pusat kota Denpasar, suasana panik terlihat jelas saat banyak orang berlari menuju tempat terbuka. Beberapa dari mereka masih dalam kondisi setengah terbangun, mengenakan piyama dan sandal.

Seorang warga, Dewi (34 tahun), mengungkapkan, “Saya sedang menyiapkan sarapan ketika tiba-tiba rumah bergetar. Tanpa pikir panjang, saya langsung keluar.” Hal yang sama juga dialami oleh banyak orang yang mengaku merasakan gempa dengan cukup kuat, meskipun tidak ada kerusakan yang signifikan.

kejutan-pagi-gempa-48-di-gianyar-bikin-warga-denpasar-berlarian

Setelah gempa, pihak BMKG segera memberikan informasi bahwa tidak ada potensi tsunami. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan memantau perkembangan informasi dari sumber resmi. Tim SAR dan aparat setempat juga dikerahkan untuk memeriksa kemungkinan kerusakan di daerah terdampak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan infrastruktur yang signifikan akibat gempa tersebut. Namun, beberapa bangunan di Gianyar dilaporkan mengalami retakan minor, dan pihak berwenang sedang melakukan evaluasi lebih lanjut.

Kejadian ini mengingatkan kembali kepada masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, terutama di wilayah yang rawan gempa seperti Bali. Masyarakat diimbau untuk selalu memahami langkah-langkah evakuasi dan keselamatan yang perlu dilakukan jika terjadi gempa.

Gempa bumi dengan magnitudo 4,8 yang mengguncang Gianyar pagi ini menjadi pengalaman mengejutkan bagi warga Bali, terutama di Denpasar. Meskipun tidak ada kerusakan besar yang dilaporkan, kejadian ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dan kesadaran masyarakat akan potensi bencana alam. Pihak berwenang terus memantau situasi dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat untuk memastikan keselamatan bersama.